Apple Siapkan Program Kerja Sama 'Sponsor' untuk Developer

Apple Siapkan Program Kerja Sama 'Sponsor' untuk Developer
Apple diberitakan selekasnya mempunyai program kerja serupa anyar oleh beberapa pengembang. Gagasan itu terkait oleh aplikasi yang terdapat di toko aplikasinya, App Store.

Ditulis Mashable, Sabtu (16/4/2016) , Apple tengah memperhitungkan gagasan menjadikan program " sponsor " kepada beberapa pengembang. Nanti, pengembang dapat ikuti program itu apa bila menginginkan aplikasi mereka " disponsori " dengan Apple di laman pencarian App Store.



Tetapi kepada itu, pengembang mesti merogoh kocek mereka terlebih dulu. Belum di ketahui skema sistem pembayaran yang bakal diputuskan.

Berdasarkan laporan Bloomberg, Apple tengah membahas langkah kerja Google kepada program sama. Beberapa pengembang yang bekerja serupa oleh Google, mesti merogoh kocek supaya aplikasi mereka tampak di hasil pencarian spesifik.

Dalam laporan yang serupa dijelaskan, Apple diperkirakan mempersiapkan 100 pekerja kepada mewujudkan gagasan itu. Tim itu sekalian bakal menjadikan pengalaman pencarian serta searching di App Store jadi unggul elegan.

Game RPG di Android Terbaru Paling Bagus

Game RPG di Android Terbaru Paling Bagus
Bermain game sepertinya begitu mengasyikkan, game bisa jadikan satu diantara hiburan kepada mengusir capek sesudah bekerja. Dijaman moderen ini bermain game tak lah mengetahui umur, pencinta game bukanlah sekali lagi cuma generasi anak-anak tetapi bisa dipandang berawal besutan remaja sampai orang dewasa sukai bermain game. Mengingat oleh perubahan ponsel canggih android yang makin tangguh menjadikan beberapa vendor game berawal meningkatkan game-game berbasiskan android.

Game RPG di Android, Terbaik Layak Anda Coba

Beberapa gamers seolah dimanjakan oleh kecanggihan ponsel canggih yang bisa memainkan beragam game dimana saja oleh ponsel canggih nya. Sangat banyak genre game yang bisa di unduh dengan cara gratis serta dimainkan dismartphone berawal besutan genre sport, fight, shoot, sampai yang lumayan disukai merupakan game oleh genre Rpg. Game RPG Android
Game RPG di Android

Game RPG di Android, Paling baik Layak Anda Coba

Rpg (Role Playing Game) merupakan genre yang dapat membawa orang yang memainkan nya masuk dalam narasi yang dihidangkan di dalam game, sebab game Rpg sendiri sepertinya game yang di desain oleh beragam narasi impresif maka pemainnya bakal merasakan seolah-olah ada di dalam game itu. Game genre ini mulai sejak lama sudah jadi permainan lumayan terkenal, berawal besutan kempunculannya selanjutnya PC serta game console serta saat ini malahan merambah ke handphone pandai atau ponsel canggih berbasiskan android anyar.

Nah untuk anda pemakai ponsel canggih android serta pula penggila game Rgp saat ini anda bisa pilih banyak pilihan game-game Rpg yang bisa anda instal lewat aplikasi Google Play Store. Di bawah ini ini kami sudah pilih ada banyak Game Rpg Di Android yang bisa anda cobalah, penjelasannya yang menjadi berikut
Summoners War

Game yang memiliki grafik tetras ini bakal membawa anda dalam pertarungan monster di jagat lain. Terdapat unggul besutan 400 monster yang bakal jadi kompetitor anda serta bakal bertarung kepada mencapai kemenangn di Sky Arena. Pertarungan yang berlangsung dari beberapa monster bakal merasa unggul riil dipasok oleh grafis 3D yang begitu mengagumkan. Game RPG Android Terbaik

Game RPG di Android, Summoners War

Di dalam game ini anda bakal lakukan petualangan kepada mencari 400 monster unggul yang memiliki beragam unsur misal unsur api, air, angin, light serta dark. Ukurannya lumayan enteng cuma berkapasitas 12MB, game ini anda dapat peroleh di google play store.

Microsoft Translator Hadirkan 2 Fitur Baru untuk Platform Berbeda

Microsoft Translator Hadirkan 2 Fitur Baru untuk Platform Berbeda
Microsoft dikabarkan telah merilis pembaruan di aplikasi penerjemah besutannya, Translator, untuk platform iOS dan Android. Namun, uniknya, Microsoft merilis dua pembaruan yang berbeda untuk masing-masing platform.

Mengutip informasi dari laman Engadget, Sabtu (20/2/2016), pembaruan yang akan diterima pengguna Translator di Android adalah fitur penerjemahan offline. Jadi, pengguna Android dapat menggunakan Translator tanpa perlu khawatir akan menghabiskan kuota data internet.

Microsoft Translator (Sumber : phonearena.com)

Fitur ini didukung dengan mesin serupa yang digunakan pada fitur auto-translate di Skype, yaitu neural network-powered. Namun, perlu diingatkan bahwa sebelum benar-benar menggunakan fitur penerjemahan offline ini, pengguna harus mengunduh paket terjemahan terlebih dulu.

Ada sembilan bahasa yang sudah hadir dalam paket tersebut, seperti bahasa Mandarin, Italia, Rusia, Prancis, Polandia, Spanyol, Jerman, Portugis dan Vietnam.

Sementara itu, untuk pengguna iOS, Microsoft menghadirkan pembaruan untuk menerjemahkan kata-kata langsung dari sebuah gambar. Perusahaan asal Redmond tersebut menggunakan mesin Optical Character Recognition (OCR), yang juga dipakai Translator untuk Windows Phone sejak 2010.

Jadi, lewat kehadiran pembaruan ini, pengguna iOS dapat dengan menerjemahkan kata-kata langsung dari rambu-rambu jalan atau menu di restoran. Fitur ini sudah didukung oleh 21 bahasa, termasuk di antaranya adalah Mandarin, Hungaria, Rusia dan Turki.

Selain pembaruan tersebut, Microsoft juga menyebutkan bahwa saat ini fitur penerjemah baik dari teks maupun suara sudah mendukung lebih dari 50 bahasa. Tak hanya itu, Microsoft Translate juga memungkinkan pengguna menerjemahkan kata langsung layaknya sebuah percakapan biasa, dengan fitur conversation translation.

Kedua pembaruan itu sudah tersedia di toko aplikasi masing-masing platform. Kendati untuk saat ini pembaruan ini hadir terpisah di masing-masing platform, Microsoft menjanjikan bahwa ke depannya kedua fitur ini bisa dinikmati pengguna Translator di iOS maupun Android.

Samsung Rilis Smartwatch Pertama yang Dukung eSIM

Samsung Rilis Smartwatch Pertama yang Dukung eSIM
Saat ini, kartu SIM masih digunakan di perangkat ponsel dan tablet untuk kebutuhan komunikasi. Namun, kartu SIM diperkirakan lebih efisien di masa depan. Salah satu teknologi yang digadang akan menjadi pengganti kartu SIM tradisional adalah electronic SIM atau eSIM.

Mengutip informasi dari laman Ubergizmo, Sabtu (20/2/2016), Samsung menjadi salah satu perusahaan yang merilis smartwatch pertama dengan dukungan eSIM. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut baru saja memperkenalkan Samsung Gear S2 Classic 3G yang dibekali dengan eSIM.
Samsung meluncurkan dua edisi spesial Samsung Gear S2 Classic

Dengan eSIM, Samsung Gear S2 Classic dapat mendukung kegiatan komunikasi termasuk mengakses internet. Jadi, pengguna masih dapat menerima notifikasi, seperti telepon atau pesan masuk, meskipun tak ada smartphone yang tersambung.

Samsung sendiri bekerja sama dengan GSMA untuk menyematkan teknologi eSIM di smartwatch besutannya tersebut. Sebab, GSMA memang dikabarkan baru saja mengumumkan spesifikasi eSIM baru yang ditujukan untuk smartwatch, fitness tracker, dan tablet.

Langkah ini dapat dikatakan sebagai sebagai terobosan karena teknologi ini pada dasarnya belum banyak diadopsi oleh perusahaan smartphone. Samsung Gear S2 Classic 3G ini rencananya mulai tersedia pada bulan Maret mendatang. Hanya saja, tidak disebutkan banderol harga untuk smartwatch tersebut.

Fungsi eSIM sendiri tak berbeda dari SIM tradisional yang ada saat ini. Namun, eSIM memungkinkan pengguna langsung memakai jaringan operator tertentu ketika menggunakan sebuah perangkat. Sebab, SIM ini sudah disematkan atau diprogram menjadi satu di dalam perangkat.

Selain itu, eSIM juga memudahkan pengguna untuk mengganti layanan atau jaringan sebuah operator. Sebab, pengguna cukup memilih jaringan operator yang ingin digunakan langsung dari perangkat tanpa perlu mengganti kartu SIM-nya.

Untuk mendukung teknologi eSIM ini, GSMA sendiri telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan besar seperti Samsung, LG, Microsoft, dan Huawei. Untuk operator telekomunikasi, GSMA telah bekerja sama dengan AT&T, Verizon, Vodafone, Deustche Telekom, Telefonica, dan EE.

Meskipun saat ini eSIM hanya ditujukan untuk penggunaan wearable gadget dan tablet, GSMA memperkirakan teknologi ini dapat pula tersedia untuk smartphone pada Juni mendatang.

GSMA sendiri sebenarnya bukan satu-satunya peruhaan mengembangkan teknologi eSIM. Sebelumnya, Apple juga pernah merilis teknologi serupa yang diberi nama Apple SIM. Teknologi tersebut disematkan Apple ke seri iPad terbaru sejak beberapa waktu lalu.